Agile itu Metodologi atau Framework SDLC?
Agile

Agile itu Metodologi atau Framework SDLC?

Agile itu sesungguhnya adalah sebuah mindset yang dapat bertindak cepat, adaptif, dan fleksible sesuai dengan 4 nilai dan 12 prinsip yang ada pada agile manifesto.

irvan

03-01-2026 420

Apa itu agile ? apakah agile itu metodologi atau framework SDLC? Jawabannya bukan keduanya karena Agile itu sesungguhnya adalah sebuah mindset yang dapat bertindak cepat, adaptif, dan fleksible sesuai dengan 4 nilai dan 12 prinsip yang ada pada agile manifesto. Ada banyak macam kerangka kerja Agile yang dapat digunakan. Jadi ketika Saya bertanya kepada Mahasiswa IT menggunakan metodologi apa maka jelas jika mereka menjawab menggunakan metodologi Agile merupakan jawaban yang salah.


Kita bahas dari 2 point of view yang pertama dari sisi bisnis user yang kedua dari sisi developer.

Dari sisi Bisnis User ada 5 alasan mengapa perlu menggunakan Agile

Time To Market

Melalui agile kita dapat merilis produk kita tanpa harus menunggu seluruh scope product selesai dikerjakan. Kita dapat merilis minimum viable product (MVP) agar dapat dirilis sehingga momentum time to market tidak terlewati.

Ability To Change

Dari sisi bisnis yang cepat kadang kita perlu merubah scope project di waktu itu juga. Dengan menggunakan agile kita dapat meng-inspect dan adapt sehingga dapat terfasilitasi untuk melakukan perubahan scope sesuai dengan kondisi lapangan saat ini.

Accelerate Product And Feasibility

Biasanya project kita jalankan tidak terdeliver sesuai rencana dan cenderung telat karena perencanaan jangka panjang yang beresiko karena kesalahan estimasi dan kebutuhan project akan datang.

Melalui agile kita menjalankan sprint dengan durasi yang singkat maksimal 1 bulan. Sehingga delay akan diminalisirkan.

Customer Satifaction

Biasanya untuk sebuah project baru 50% fitur yang akan dibangun merupakan hal baru yang belum pernah digunakan oleh end user. Karena memaksakan perencanaan awal proyek ketimbang beradaptasi terhadap perubahan bisnis.
Melalui agile fokus pada outcome yang memiliki nilai bisnis terkini dibandingkan dengan focus pada scope awal yang belum tentu cocok dengan kondisi dilapangan saat ini.

Business Existency

Proses bisnis saat ini memiliki perubahan yang sangat cepat, jika organisasi tidak agile maka organisasi tersebut lebih beresiko untuk terdistrupsi, bangkrut..

Dengan agile diharapkan akan lebih siap dalam menghadapi perubahan, sehingga organisasi bisa tetap survive.

Selanjutnya dari sisi Developer setidaknya ada 3 benefit yang dapat dihasilkan jika menggunakan Agile :

Colaboration IT and Business

Agile mengedepankan kerjasama antara IT dan busines usability. Sesuai dengan agile principal “Business People and developers must work togetherProduct owner selalu berasal dari bisnis user

Remove Silo Mindset

Tiap divisi memiliki KPI masing2, melalui Agile tidak ada istila business analyst, developer, tester. Semua tergabung menjadi dev team yang bertanggung jawab terhadap kualitas product.

Self Organizer

Agile mengedepankan tim yang self organize, environment agile memungkinkan agile team bisa berkembang dan meningkatkan skill. Karena diberi ruang berkembang dan berani menyatakan pendapat.


Lanjut Part 2.....